Jogja Travel Uncategorized

Candi Abang – Hijau di atas Merah

Hati-hati ya, yang mau datang ke Candi Abang, jangan salah pakai kostum terutama pakai sepatu. Iya, bener. Gak lucu kan kalau heels ambles di bukit? Atau rok terbang-terbang ketiup angin 🙂

Abang disini bukan berarti mas-mas ya. Tapi Abang dalam bahasa Jawa artinya Merah. Jadi Candi Abang itu adalah Candi Merah. Awalnya, saya mengira Candi Abang ya seperti candi pada umumnya. Tapi anggapan saya itu ternyata salah.

Dari awal mencari lokasi Candi Abang, saya merasakan kesulitan yang bisa dibilang setengah mati, 2 kali saya harus memutar. Karena udah frustasi gak ketemu lokasinya, akhirnya saya menanyakan kepada warga sekitar. Ternyata eh, udah lewat beberapa kali, baru sadar disitu.

IMG_20160601_130759
Candi Abang

Candi Abang tidak ada penunjuk jalan yang pasti atau bahkan penanda pada umunya. Untungnya, warga sekitar ada yang memanfaatkan halaman rumahnya untuk dijadikan lahan parkir dan juga mengais rezeki dengan jasa titip kendaraan.

Tetapi, saya baru menyadari ternyata Candi Abang ini mempunyai Goa, dituliskan disekitar jalan ada yang menuju Goa Jepang. Nah artinya, kita sudah dekat dengan Candi Abang tersebut. Karena memang ditemukan juga Goa dalam kompleks Candi Abang. Mungkin disebut Goa Jepang karena pada zaman pendudukan Jepang, banyak penduduk yang berlindung dalam Goa tersebut.

20160429_154726
Pemandangan setelah mendaki :p

Balik lagi dengan ekspektasi yang salah dari awal, saya harus kaget untuk memanjat dan menaiki tangga yang curam dan keren yang dibuat warga untuk menuju Candi Abang.

20160429_164210

Memanjat? Iya, bener. Candi Abang itu ada di sebuah bukit. Awalnya juga saya tidak menyangka, tapi apa daya sudah sampai masa mau pulang? Cuma butuh 5-10 menit aja kok untuk naik tangganya. Sedikit ngos-ngosan sih, tapi sesudah sampai di atas, ngos-ngosan nya hilang kok.

20160429_154901
Pepohonan di sekitar Candi Abang.

Candi Abang mempunyai bentuk seperti piramida, sayangnya candi Abang sudah tidak utuh dan tertutup dengan hamparan bukit hijau yang menyambut saya di atas. Saya kira saya lagi ke tempat syuting teletubies. Tapi ternyata emang bukan, saya di Jogja, Indonesia. Beneran mirip banget sama bukit teletubies.

20160429_155630

Saya bingung lagi, merah nya dimana ini candi? Untungnya ada papan yang menjelaskan kalau candi ini dibuat dengan batu bata merah. Candi Abang mungkin ditemukan dan dikuatkan juga keberadaannya dengan penemuan sebuah batu bernama Yoni. Batu berbentuk segi delapan yang menandakan adanya candi dan peninggalan agama Hindu.

IMG_20160612_122949
Itu ada merah-merahnya.

Hijaunya rumput yang tumbuh di atas tanah yang menutupi candi menjadi daya tarik sendiri buat pengunjung yang datang kesana. Saya sendiri senang lihat hamparan hijau yang menyejukkan mata. Kali itu saya sampai kira-kira jam setengah empat sore. Panas terik masih menyengat di kulit kali itu. Tapi gak mengurungkan niat saya untuk naik ke atas bukit.

IMG_20160613_122718
Pemandangan dari atas bukit.
20160429_155032
Pegunungan membentang.

Dari atas bukit, yang paling keren bagi saya adalah saya bisa lihat pemandangan yang bagus banget. Cuaca cerah dan sinar matahari yang masih bersinar terang di atas sebagian wilayah Sleman Timur. Jujur saja, saya paling senang untuk melihat hal semacam itu. Rasanya tenang banget.

20160429_155054

Jam 5 kurang, saya memutuskan untuk turun dari Candi Abang dan mau melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya. Yang pasti untuk sunset hunting di tempat yang saya tuju selanjutnya. See you di post selanjutnya!

Summary of destination
? Candi Abang
✉ Dusun Sentonorejo, Desa Jogo Tirto , Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
⏰ Mulai matahari terbit hingga terbenam. Kalau malam tidak ada penerangan
? Tiket Masuk : GRATIS! ; Parkir motor Rp. 3.000,-

Salam Ngider!


Tukang Ngider
Ngider terus, terus ngider
Instagram : @tukangngider

Leave a Reply