EXPLORE EXPLORE - MEDAN

Kolam Abadi Langkat: Airnya Sebening Kristal

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat

Hal tergila yang sempat terlintas sewaktu di Kota Medan adalah berambisi naik motor demi ke Danau Toba. HAHAHA. Tentu saja kalian semua akan bilang saya ada gila-gilanya juga guoblok kalo emang itu kejadian.

Ngider di Kota Medan, kemana saja?
Medan: Jatuh Hati Pada Kunjungan Pertama

Sudah pasti, tidak mungkin terjadi, Barbara. Secara dari Kota Medan ke Danau Toba, perlu waktu 6 jam untuk sekali jalan. Ditambah cuma pakai sepeda motor? Rasanya bakal kayak apa ya bokong ini? Sudahlah tidak usah dibayangkan.

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat
Sneak Peak…

Berawal dari celetukannya Geniung, dari hasil googling dia menemukan lokasi wisata yang bagus banget dan dibilang cukup sepi. Tempat itu bernama Kolam Abadi Langkat dan Air Terjun Teroh Teroh.

Karena tidak ada lokasi wisata lain yang menyaingi, akhirnya diputuskanlah untuk ngider ke sana, ke tetangganya Kota Medan, Kabupaten Langkat.

Menuju Kolam Abadi Langkat

Pukul 6 teng, kami berangkat menuju Langkat dengan mengandalkan motor matic rental yang kami sewa beberapa hari selama di Kota Medan. Sesuai dengan arahan Google Maps yang jadi tumpuan sehari-hari, perjalanan menempuh sekitar 51 kilometer untuk sampai di Kolam Abadi dan Air Terjun Teroh Teroh.

Baru sadar juga pas lihat peta, ternyata jalannya kebanyakan lurus. Setelah meninggalkan Kota Medan, pasti kita akan melewati sedikit bagian daerah Kota Binjai sebelum memasuki Kabupaten Langkat.

Mulai memasuki Kabupaten Langkat, suasana sudah mulai terasa berbeda. Lalu lintas tidak seramai di kota, lebih banyak lahan-lahan kosong, melewati banyak jembatan dengan sungai di bawahnya, dan perkebunan yang lebat dengan pepohonan.

Seingat saya, waktu tempuh untuk sampai di Kolam Abadi Langkat ini sekitar 1,5 jam, di tengah perjalanan ada beberapa wilayah yang tidak terjangkau sinyal. Hanya sinyal Telkomsel yang bisa menjangkau daerah ini.

Tidak ada gapura atau plang tertulis yang menandakan kalian sudah sampai di tempat tujuan. Tapi, ketika sudah melewati satu pos operator dengan spanduk berisi berbagai foto tempat wisata, kalian sudah sampai di Desa Rumah Galuh, tempat Kolam Abadi Langkat berada.

Saran saya, maju dulu saja sampai sama sekali tidak menemukan lagi operator wisata untuk Kolam Abadi, kira-kira ada 5 pos operator waktu itu terhitung dari operator pertama yang dilewati. Barulah putar balik sambil pertimbangkan mana yang akan kalian pilih.

Processed with VSCO with al5 preset

Dari sekian banyak, ada satu tempat operator yang besar, saya lupa namanya, kalau tidak salah spanduknya warna hijau dan lumayan banyak orang yang memilih di sana.

Tapi, tenang saja, semua yang menjajakan jasa wisata ini adalah anggota dari Pelaruga atau Pemandu Alam Rumah Galuh. Sebuah perkumpulan resmi warga kelompok pecinta alam dari desa Rumah Galuh untuk mewadahi dan memanfaatkan lokasi wisata yang ada di sana.

Lalu, kami pilih yang mana?

Awalnya memang mau pilih operator yang besar itu, alasannya karena meyakinkan. Cuman, saat saya melihat ada sebuah Gereja Katolik di kanan jalan, saya memutuskan untuk bertanya dengan umat yang ada disitu.

Entah darimana saya punya pemikiran kalau saya bisa tanya warga sekitar terutama umat sebuah tempat ibadah, mau gereja, masjid, atau tempat ibadah lainnya, rasanya orang-orang itu tidak akan mempermainkan, kasarnya. Ya harapannya supaya kami bisa dapat operator yang “terjamin”.

Bukan tidak percaya atau berpikir buruk, sebenarnya lebih menimalisir kesempatan orang yang mau mark up harga untuk wisatawan. Mungkin ini pengalaman akumulasi dikerjain pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Jadilah curhat.

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat 03

Saat itu gereja masih dibersihkan oleh anak-anak warga sekitar yang memang akan dipakai untuk misa, karena tidak ada orang dewasa, kami menunggu agak lama. Ketika beberapa orang dewasa datang, saya memperkenalkan diri dan bertanya kepada mereka, cara saya itu membuahkan hasil. Kami diantar oleh seorang bapak, warga yang tidak jauh tinggal dari gereja.

Di seberang rumah beliau, ada pos operator kecil yang sederhana dengan inisial GOA. Kami dikenalkan oleh pemilik operator, saya lupa nama bapaknya. Tidak banyak basa basi, saya langsung bertanya berapa tarif per orangnya untuk mengunjungi Kolam Abadi ini, sebelum terlalu siang.

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat

“Satu orangnya 50 ribu, dapat 2 tempat wisata, nanti adik-adik gak cuma main di Kolam (Abadi) saja, sama ranger akan dibawa sampai air terjun Teroh Teroh.” Sambil dijelaskan, datang seorang anak dan diperkenalkannya dengan pemandu kami itu. “Ilham, bang.”

Tak ada yang menyangka juga, guide kami adalah seorang anak SMP yang sudah bertahun-tahun menjadi ranger sejak kecil. Perawakannya kecil, tapi tidak bisa dipandang remeh. Beliau juga sudah sering membawa tamu, terlihat luwes hanya diawalnya masih canggung, biasalah namanya juga baru kenal.

Barang-barang yang kami bawa sebagian besar ditinggal dan dititipkan di pos. Hanya ponsel dan kamera yang dibawa. Sebelum jalan, kami diwajibkan memakai life vest sebagai persyaratan.

Menyusuri perkebunan

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat 05

Waktu menunjukkan pukul 9 saat petualangan kami dimulai dengan berjalan dari belakang pos awal. Untuk mencapai Kolam Abadi, kami harus melewati perkebunan mungkin bisa dibilang hutan ya, tapi tidak selebat hutan di Taman Nasional.

Pohon sawit muda
Pohon kelapa sawit yang masih muda

Berbagai macam tumbuhan, pohon-pohon kelapa sawit sering ditemui. Kami juga harus menuruni lembah yang tidak ekstrim, menyeberangi jembatan, lalu menaiki lagi bukit. Sebelum nyemplung ke Kolam Abadi, kami harus menuruni lagi tebing dengan tangga dan pegangan dari bambu yang dibuat untuk keamanan.

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat 07

Belum juga turun, hati ini berdebar kencang, langsung sumringah. Speechless bahasa inggrisnya. Dari atas, birunya air berkilau. Jernih sekali. “Ini bang, sudah sampai Kolam (Abadi).”

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat 08
Sudah sampai

Airnya sebening kristal

Kolam Abadi berada di aliran (sungai) Lao Batos. Di salah satu titiknya, terdapat areal yang cukup luas dan dangkal seperti membentuk kolam. Memang langsung dari sumbernya, air yang mengalir sangatlah jernih. Seperti kristal. Kaki yang menginjak bebatuan pasir terlihat jelas dari permukaan air. Tidak hanya jernih, rasa airnya benar-benar segar. Air pegunungan alami.

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat 09
Sejernih kristal

Selesai berfoto dan berendam, Ilham memberi isyarat untuk tidak berlama-lama di Kolam Abadi, masih ada 1 spot wisata yang akan dikunjungi sesuai kesepakatan tadi, yaitu Air Terjun Teroh Teroh. “Lanjut jalan lagi ya, bang. Ke (air terjun) Teroh Teroh.”

Kamera dan ponsel semuanya dimasukan ke dalam dry bag dan dibungkus lagi dengan plastic yang digelembungkan. Double protection nih, cakep emang.

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat 011
Kiri ke kanan: Geniung, Ilham, saya.

Menuju air terjun Teroh Teroh melewati berbagai kombinasi rute. Mulai dari Kolam Abadi, kita menyusuri sepanjang Lao Batos, seperti body rafting hanya menggunakan jaket pelampung. Di beberapa titik, kita harus naik ke bukit untuk menghindari derasnya debit air sungai menghantam bebatuan besar. Terlalu asyik menikmati perjalanan kami itu.

Di tengah perjalanan, kita berhenti di “wahana” loncat dengan ketinggian 10 meter sekalian beristirahat. Ternyata tidak rombongan kami saja yang saat itu menyusuri Lao Batos menuju Air Terjun Teroh Teroh, hitungannya cukup ramai juga.

Processed with VSCO with al2 preset

Melihat atraksi loncat, gak pernah bikin berani saya untuk mencoba loncat. Saya akui saya penakut, Geniung dan Ilham bersama teman-teman sebayanya gak ada matinya deh, urat takutnya udah putus kali ya. 3 kali loncat ada tuh. Luar biasa memang.

Tujuan akhir ke Air Terjun Teroh Teroh

Semakin banyak orang yang berhenti untuk istirahat, kami melanjutkan lagi menuju air terjun Teroh Teroh. Tidak lama setelah kami berhenti, sampailah di tujuan akhir kami.

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat Air Terjun Teroh Teroh
Air Terjun Teroh Teroh

Aliran Lao Batos sepanjang perjalanan dari Kolam Abadi berkumpul di sini. Debit air yang turun cukup deras, walau tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 10 meter.

Di tengah-tengah dekat air terjun, terdapat sebuah batang pohon besar yang tumbang menjadi spot foto di depan air terjun persis. Dilihat dari bentuknya, pastilah sudah cukup lama usia pohonnya dan waktu tumbangnya.

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat 014

Kalau gak terlalu berani untuk foto depan air terjun, kalian bisa main-main di daerah yang dangkal. Karena airnya masih terus mengalir sampai jauh. Jangan dinyanyiin ya!

Kembali dengan riang gembira

Tentu saja harus kembali lagi ke pos operator. Dengan kondisi basah seutuhnya, tidak terasa dingin sama sekali karena teriknya matahari. Tidak sepanas itu sih, tapi juga walau kuyup gak bikin sampe masuk angin kok.

Perjalanan pulang terasa begitu singkat, tidak selama perjalanan awal. Mungkin juga faktor hati yang sudah puas bermain selama 2 jam mengarungi sungai.

Tenang saja, kalian bisa mandi dan berganti pakaian. Karena tersedia bilik kamar mandi. Air yang ada juga bersih dan jernih.

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat 015
Ini anak gak ada takut-takutnya

Lebih salut lagi buat Ilham, sang pemandu kami selama kami di sana. Semoga kalau main lagi kesini, bisa ketemu lagi. Sempat tanya facebook-nya tapi gak ketemu. Ah ya, menjelang sampai dia bercerita kalau sebenarnya orang tuanya adalah orang Jawa yang sudah lama merantau ke Langkat. Sungguhlah tidak akan percaya karena anak ini logatnya sudah macam orang sana asli.

Selesai mandi, tapi perjalanan kami belum selesai sampai di sini. Masih harus pulang ke Medan, 1,5 jam lagi perjalanan. Tapi, gak bikin gentar malah, karena semangatnya masih membara kagum dengan keindahan lokasi wisata di Desa Rumah Galuh, Langkat ini.

Tukang Ngider - Kolam Abadi Langkat 012

Semoga semuanya yang terlibat di sana, menjaga dengan baik aset berharganya. Untuk kita yang datang, jangan sembarangan mengotori ya. Bakal menyesal deh kalau udah kotor buat orang lain yang nanti datang.

Untuk yang sedang membaca ini, jika kalian akan datang ke sini, selamat menikmati ya! Untuk yang belum, semoga didoakan secepatnya bisa kesini, merasakan kesegaran dan keseruan kami yang sudah duluan kesini. Buat yang sudah datang, ayo share cerita kalian di kolom komentar, yuk! Biar bikin semangat buat siapapun yang baca. Oke? Kuy, der!

Baca keseruan: Dibalik Perjalanan #AmazingJourney

______________________________

Kolam Abadi Langkat & Air Terjun Teroh Teroh

Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara 20771
07.00 – 18.00

______________________________

KUY, DER!
Tukang Ngider
Ngider terus, terus ngider

Follow the journey on:
Instagram :
 @tukangngider
VLOG on Youtube :
 tukangngider
Facebook Page :
 Tukang Ngider

1 thought on “Kolam Abadi Langkat: Airnya Sebening Kristal”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.